Tende
Jika Anda berkunjung ke Kota Palu, jangan kaget jika tiba-tiba merasa menjadi orang paling penting, paling ganteng, atau paling hebat sedunia. Tenang, Anda tidak sedang dihipnotis, Anda hanya sedang terkena jurus "Tende".
Apa itu Tende?
Tende adalah budaya unik masyarakat Kaili yang sudah mendarah daging di Kota Palu. Secara harfiah, ia adalah pujian. Namun dalam praktiknya, Tende adalah pujian halus yang dibalut humor hiperbolis, sedikit berlebihan, tapi enak didengar.
Ini bukan sekadar basa-basi kaku. Tende adalah "pelumas" sosial. Ia dilakukan oleh orang yang sudah saling kenal untuk mencairkan suasana yang beku, menjalin keakraban, atau sekadar membuat lawan bicara tersenyum lebar.
Di Palu, Tende tidak pandang bulu. Mulai dari pejabat berdasi, pegawai kantoran, mahasiswa semester akhir, hingga Ina-Ina di pasar, semuanya fasih melakukan ini.
Namun, hati-hati! Tende sering kali punya "udang di balik batu".
Ingin urusan lancar? Tende dulu.
Ingin posisi aman? Tende atasan.
Ingin diskon sayur? Tende penjualnya.
Terkadang, ia adalah senjata diplomatik paling ampuh untuk melicinkan jalan yang terjal demi sebuah keuntungan.
Melakukan Tende itu ada sekolah alamnya. Bukan asal memuji, tapi ada seninya. Sebuah Tende yang berkualitas harus bisa meluncur dengan cara yang paling licin, namun menancap keras tepat di pusat ego sasaran. Efeknya? Target akan tersipu malu, melayang ke angkasa, dan akhirnya tertawa, sambil (mungkin) menuruti apa mau Anda.
Rumusnya pun berlaku, Orang yang hobi ba-tende, biasanya juga paling senang kalau di-tende balik. Ini adalah simbiosis mutualisme yang menyenangkan hati.
Jadi, kalau Anda ke Palu, rugi rasanya jika hanya memburu Kaledo, Sayur Kelor, atau Bawang Goreng. Cicipilah sensasi kena Tende dari warga lokal.
Lebih jauh lagi, curilah ilmunya. Bungkus teknik Tende ini dan bawa pulang ke kota besar yang keras seperti Jakarta. Percayalah, di tengah hiruk-pikuk ibu kota, kemampuan membuat orang lain merasa senang (sekaligus melancarkan urusan) adalah soft skill yang tak ternilai harganya.
*gambar hanyalah pemanis*

Comments
Post a Comment