Tentang Kematian
Tak ada guru yang lebih jujur daripada kematian. Ia datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi menyadarkan. Rasanya seperti disentil pelan, diingatkan bahwa kita ini sebenarnya kecil. Tidak sehebat yang kita kira, tidak sekuat yang kita duga.
Hidup, pada akhirnya, hanyalah soal berkemas. Kita cuma sedang mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang berikutnya. Jalurnya pun kita sendiri yang pilih, mau lewat jalan yang lapang atau jalan yang terjal.
Tanggal 25 kini punya tempat tersendiri di kepalaku. Tanggal ini hari ulang tahunku, di tanggal ini anak pertamaku lahir, dan di tanggal ini pula ayah mertuaku berpulang.
Skenario Tuhan memang di luar nalar. Ada yang datang, ada yang pulang. Di hari itu, Aku melihat bagaimana Allah menjemput orang yang disayang-Nya dengan cara yang begitu rapi. Hal ini membuatku dan kami yang ditinggalkan, tertegun. Kelak, saat giliran kita tiba, akankah kita juga dijemput dengan cara yang seindah itu?


Comments
Post a Comment