Seni "Tende": Sebuah Refleksi Budaya Palu dan Hikmah Al-Fatihah
Kita mungkin sepakat pada satu hal, Tende adalah bahasa cinta orang Palu. Ia adalah pujian, apresiasi, dan jembatan komunikasi. Namun, pernahkah terlintas di benak kita bahwa struktur komunikasi dalam budaya tende ini ternyata memiliki keselarasan dengan pola doa yang diajarkan Tuhan? Mari sejenak kita merenungi Surah Al-Fatihah. Dalam Ummul Kitab ini, Allah mengajarkan manusia sebuah "protokol" langit tentang tata krama dalam meminta. Sebelum sampai pada inti permintaan, ada adab yang harus didahulukan. Perhatikan alurnya yang begitu indah: Ayat Pertama (Bismillah): Kita memulainya dengan menyebut nama Allah. Sebuah fondasi bahwa segala sesuatu bermula dari-Nya. Ayat Kedua (Alhamdulillah): Kita diajarkan bersyukur dan memuji Allah sebagai Tuhan semesta alam. Ayat Ketiga (Ar-Rahman Ar-Rahim): Pujian itu berlanjut, mengakui sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ayat Keempat (Maliki Yaumiddin): Kita kembali mengagungkan-Nya sebagai Penguasa Hari Pembalasa...