Pohon Tua dan Tamparan bagi Sistem Pelayanan Publik Kita
Malam tadi, sambil memeluk erat anak saya yang terlelap pulas, pikiran saya terusik oleh sebuah rentetan berita yang beredar sejak akhir pekan lalu. Sebuah tragedi pohon tumbang yang tak hanya merusak sebuah rumah tangga, namun pada akhirnya merenggut dua nyawa, seorang ibu, dan seorang anak kecil yang usianya masih sangat belia. Sebagai orang tua yang setiap hari melihat tumbuh kembang anak, membayangkan hancurnya hati keluarga yang ditinggalkan sungguh membuat dada terasa sesak. Namun, di balik duka mendalam ini, ada sebuah realitas yang menuntut kita, terutama kita yang berada di dalam pusaran sistem pelayanan publik. Mari kita berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri secara jujur. Kejadian ini bukanlah sekadar bencana alam. Ada sebuah jeda fatal antara informasi yang masuk dan tindakan yang diambil. Fakta bahwa warga sekitar telah berulang kali melaporkan kondisi pohon yang sudah rapuh dan membahayakan, namun tidak mendapatkan respons hingga maut menjemput, adalah sebuah keg...